Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Pj Bupati Aceh Besar Apresiasi Pelestarian Adat Khanduri Laot di Pantai Lhok Seudu

84
×

Pj Bupati Aceh Besar Apresiasi Pelestarian Adat Khanduri Laot di Pantai Lhok Seudu

Sebarkan artikel ini
IMG 20250116 222337

Stabilitas dan penguatan ini harus terus menjadi fokus, termasuk untuk pemerintah Kabupaten dan pimpinan yang akan datang. Kami juga akan merekomendasikan penguatan kepada Dinas Perikanan Provinsi Aceh,” jelasnya.

Iswanto turut menyoroti fluktuasi harga ikan yang berdampak pada penghasilan nelayan. Ia menilai pentingnya penguatan sarana dan prasarana, seperti pabrik es dan gudang penyimpanan, agar penghasilan nelayan lebih stabil.

“Saat hasil tangkapan melimpah, satu keranjang ikan kecil atau bilis hanya dihargai Rp100 ribu. Namun saat normal, bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp600 ribu.

Ini perlu kita pikirkan bersama agar penghasilan nelayan bisa stabil. Fasilitas seperti pabrik es dan gudang penyimpanan adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya, usai meninjau fasilitas dermaga nelayan.

Di sisi lain, Panglima Laot Leupung, Muhammad Hasan Is menegaskan, Khanduri Laot merupakan warisan leluhur yang terus dilestarikan. Ia juga mengungkapkan kendala yang dihadapi nelayan terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

“Kenduri laut ini adalah warisan nenek moyang kami yang rutin dilaksanakan. Biasanya kami memotong kerbau, bukan sapi atau hewan lain, karena ini sudah menjadi tradisi.

Selain itu, kami juga menghadapi kesulitan mendapatkan BBM, terutama pertalite, yang sangat dibutuhkan untuk armada kami yang berjumlah 170 unit.

Dari jumlah tersebut, baru 23 armada yang mendapatkan rekomendasi, itu pun hanya untuk solar. Kami mohon perhatian dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini,” ungkap Panglima Laot yang akrab disapa Ngoh Hasan.

Girl in a jacket