Scroll untuk baca artikel
Parlementaria

Membangun Kembali Setelah Bencana Gempa Kobe; Catatan dari Kobe Jepang

216
×

Membangun Kembali Setelah Bencana Gempa Kobe; Catatan dari Kobe Jepang

Sebarkan artikel ini
IMG 20250117 073801

Jika kebutuhan anggaran tidak mencukupi untuk menanggulangi bencana pada tingkat subprofectur atau distrik yang ditangani oleh CMO, maka CMO boleh mengajukan tambahan anggaran ke Pemerintah Profektur. Jepang memiliki 47 profektur yang dipimpin oleh Gubernur. Mayor (Walikota) dapat mengajukan usulan tambahan anggaran penanggulangan bencana kepada Gubernur. Dalam hal tertentu, misal anggarannya besar, maka Gubernur melakukan konsultasi dengan Profektur Council, seperti anggota DPRA kita, untuk mendapatkan persetujuan anggaran.

Mengakhiri agenda hari ini, kami diajak ke Museum Kebencanaan di tengah Kota Kobe. Setahu saya museum ini satu-satunya di dunia. Menyaksikan film tentang Gempa Hanshin Kobe sungguh mengerikan. Dalam kota yang padat penduduk guncangan gempa sangat keras. Rumah-rumah apartemen yang bertingkat-tingkat runtuh menimpa ribuan para penghuninya. Belum lagi jalan layang yang patah tumbang. Rel kereta api yang bengkok dan amblas, dimana begitu banyak orang yang terjepit-jepit. Pemandangan tragis yang menyedihkan.

Selain film rekaman tentang gempa, ada juga rekaman peristiwa bencana tsunami dari berbagai negara, rekaman angin taifoon yang membahayakan, dan banjir yang menenggelamkan. Bahkan, likuifansi pun sudah masuk dalam penjelasan di Museum Kobe ini. Tetapi sayang, saya tidak melihat ada rekamannya tadi. Apa memang bekum ada atau saya yang terlewatkan.

Seperti juga kita masuk ke Rijk Museum Amsterdam Belanda, maka masuk ke Museum Kobe juga harus bayar. Sekali masuk bayarnya untuk orang dewasa 300 Yen, mahasiswa post graduate 200 Yen, mahasiswa S1 50 Yen, anak-anak sekolah tidak bayar, orang disabilitas 50 Yen, dan Lansia (70+) tiketnya 150 Yen.

Girl in a jacket