Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

Da’i Kondang Ustadz Masrul Aidi Isi Kajian KWPSI di Masjid Baitul Muttaqin, Ini Temanya

155
×

Da’i Kondang Ustadz Masrul Aidi Isi Kajian KWPSI di Masjid Baitul Muttaqin, Ini Temanya

Sebarkan artikel ini
IMG 20250130 083847

Sebagian masyarakat Aceh punya sifat permisivisme yakni semacam pembolehan, atau suka mengizinkan terhadap kebiasaan yang dimaksud.

“Saat di kampung, berawal dari pembiaran kepada satu atau dua orang yang berboncengan ngangkang, maka orang lain pun mulai mencoba-coba yang akhirnya maraklah dengan pergaulan bebas, dan ini merusak nilai-nilai Syariat Islam,”katanya.

Ustad Masrul menjelaskan, prinsip syariat Islam yang diterapkan hari ini berbalik dengan yang didakwahkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat serta para ulama.

Di dalam Islam kata Ustad Masrul, tidak ada ayat dan hadist yang melarang zina, tapi yang ada larangan mendekati zina sebagaimana yang terdapat dalam surat Isra’ ayat 32.

Hari ini di Aceh menurut amatan Ustadz Masrul, yang ada larangan berzina, sementara yang mendekati zina dibiarkan. Karena itu, metode Islam yang sebenarnya diterapkan agar terhindar praktik prostitusi yakni pencegahan supaya tidak mendekati zina.

“Tradisi kita hari ini bukan mencegah zina, justru melakukan oprasi (menggrebek) dan fasilitasi orang yang berzina, jarang ada yang mencegah. Ketika sedang berzina baru ditangkap,” ujarnya.

Ustadz Masrul melanjutkan, saat Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, di sana juga ada prostitusi. Nabi tahu mucikarinya, tapi tidak satupun dari mucikari dan pelaku zina itu ditangkap dan dicambuk.

“Maka didakwahkanlah jangan mendekati zina sehingga mucikari kehilangan pasar. Ketika dia kehilangan pasarnya maka dia minggat dari tempat itu,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Ustadz Masrul hal-hal kecil sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah zina, salah satunya dengan mengajak masyarakat menutup aurat.

Girl in a jacket