Pada 2024, Islamic Relief Indonesia telah melaksanakan 18 program yang mencakup enam sektor, termasuk perlindungan anak yatim, pembangunan 200 rumah layak huni, serta distribusi paket makanan bagi keluarga dhuafa.
Program ini memberikan manfaat langsung kepada 63.402 orang dan dampak tidak langsung bagi lebih dari 605.181 orang.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut agar tidak ada lagi anak yatim dan dhuafa yang tidak memiliki rumah layak huni,” tutup Tufail Hussein.
Salah satu penerima manfaat, Lusiana, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan rumah yang diberikan.
“Sebelumnya, rumah kami reyot, dan saat musim hujan, atapnya bocor hingga kami harus mengungsi ke rumah tetangga.
Alhamdulillah, sekarang kami memiliki rumah yang kokoh dan nyaman,” ujarnya haru.
Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa proses seleksi penerima bantuan ini dilakukan melalui kerja sama antara TKSK dan Islamic Relief, di mana TKSK menerima data dari masyarakat dan memasukkan ke dalam asesmen Islamic Relief.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, seperti Pj Ketua TP-PKK Aceh Besar, Asisten II Setdakab Aceh Besar, Ketua Baitul Mal Aceh Besar, Ketua Baitul Mal Aceh Utara, Kaban Bappeda, Kadis PUPR, Kadisparpora, Plt Kadis Sosial, Kadis DLH, Plt Kadis Kominfo, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Besar, Kabag Pembangunan, Kabag Umum, Kabag Prokopim, Camat dan Forkopimcam Darul Imarah serta Keuchik dan Perangkat Gampong Geundrieng.
Kegiatan itu diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para pejabat dan perwakilan masyarakat membahas berbagai aspek program pembangunan rumah dhuafa serta peluang kolaborasi lebih lanjut di masa mendatang. (**)







