Dalam kesempatan itu, Mualem menegaskan, jika ia berkomitmen mewujudkan seluruh janji kampanye yang pernah ia sampaikan.
“Untuk masyarakat di pedalaman Aceh Utara juga akan kita bangun jalan aspal, tidak boleh lagi ada jalan rusak,” kata Mualem.
“Alhamdulillah, saya yakin bisa bawa perubahan Aceh, dulu orang kata kita paling miskin di Sumatera dan nomor 6 di tingkat nasional, tapi dalam pidato Presiden di Hambalang, yang akan bayar utang negara adalah hasil alam di Aceh, karena potensi gas alam di Aceh lebih besar dari Timur Tengah,” kata Mualem.
Lebih lanjut, Mualem yakin Ayah Wa dan Tarmizi Panyang juga dapat memajukan Aceh Utara dengan pengalaman panjang yang dimiliki di kursi legislatif. Oleh sebab itu, dalam kesempatan yang sama mantan Panglima GAM itu berpesan agar Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara menjaga keharmonisan hubungan dengan legislatif serta menjaga koordinasi dengan pemerintah Aceh.
Kemudian ia juga berpesan agar melibatkan akademisi dalam merumuskan program dan memberi ruang bagi dunia usaha. Dan yang terpenting menjaga dukungan masyarakat serta doa para ulama.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayah Wa dalam pidato perdananya sebagai bupati mengatakan, dirinya menyadari ada begitu banyak tantangan dan masalah yang dialami Aceh Utara. Mulai dari kemiskinan, pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Meskipun begitu, ia yakin semua tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan kerja sama dan dukungan yang baik dari semua pihak.
“Aceh Utara kaya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa, kaya gas alam, hasil perkebunan, pertanian, kelautan, perikanan, oleh sebab itu kita merumuskan konsep dasar meuligoe panglima untuk memajukan ekonomi dan kualitas pelayanan publik,” kata Ayah Wa.







