“Libatkan akademisi dan dunia usaha dalam pembangunan Pijay agar maju dan berkembang. Juga Jagalah dukungan masyarakat dan doa ulama,” kata Mualem.
Mualem juga mengaku siap membantu pembangunan di Pidie Jaya. Ia mengatakan, guna mendukung pelaksanaan MTQ provinsi yang akan digelar di Pidie Jaya pada Oktober 2025 mendatang, Pemerintah Aceh sudah mengkucurkan anggaran Rp20 miliar pada tahun ini dan Rp15 miliar pada tahun 2024.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, mengharapkan dukungan Gubernur Aceh dalam pembangunan Pidie Jaya. Sehingga Pijay dapat menjadi daerah yang berdaya saing dan jauh lebih baik di masa depan.
“Kami juga mengajak semua pihak, mulai dari akademisi, cendekiawan, pengusaha, mahasiswa, dan pemuda, agar bersama-sama mencurahkan pikiran dan tenaga untuk dukung Pemkab Pijay lima tahun ke depan,” kata Sibral.
Sibral mengatakan, pihaknya bakal melakukan perubahan di Pidie Jaya mulai dari reformasi birokrasi. Ia bakal menempatkan Kepala SKPK yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan.
“Selanjutnya meningkatkan kualitas layanan publik, tidak boleh ada lagi ASN yang nongkrong di warung kopi pada jam kerja,” ujar Sibral.
Begitupun dengan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN juga komit untuk dicegah dalam lingkup Pemkab Pidie Jaya.
“Kami juga bertekad menghadirkan jalan dua jalur di kabupaten Pidie Jaya, menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan,” tutur Sibral.
Selain itu, Bupati Pidie Jaya yang baru itu juga bakal memberikan santunan biaya kematian Rp 1 juta untuk masyarakat kurang mampu.







