Setelah tiba di bandara dan disambut dengan pengalungan syal kehormatan serta bunga, rombongan UEA dan Plt Sekda Aceh langsung menuju Jalan Tol Banda Aceh-Sigli.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan fasilitas jalan tol yang dapat memudahkan perjalanan darat menuju lintas timur Aceh hingga ke Medan, Sumatera Utara.
Rombongan memasuki pintu tol Blang Bintang, yang terletak tidak jauh dari Bandara Sultan Iskandar Muda, dan melanjutkan perjalanan hingga pintu keluar tol Padang Tiji.
Saat transit di pintu tol Jantho, Plt Sekda Aceh, Alhudri, menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Tol Sumatera yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara masih menghadapi kendala di beberapa titik, terutama pada segmen Langsa-Lhokseumawe-Sigli yang belum terhubung.
Alhudri menyampaikan harapan Gubernur Aceh agar pihak UEA bersedia mendukung pembangunan ketersambungan jalur tersebut.
“Kami mengusulkan agar jalur dari Pangkalan Brandan ke Langsa, kemudian dari Langsa ke Lhokseumawe, dan akhirnya ke Sigli dapat dibangun,” ujar Alhudri.
Merespon hal tersebut, Dubes UEA, Abdulla Salem Al Dhaheri, meminta Pemerintah Aceh untuk mempersiapkan proposal resmi yang dapat diajukan kepada pihaknya. Ia juga menyatakan optimisme terhadap potensi kerja sama di masa depan.
“Ke depannya, saya yakin kita dapat melakukan banyak hal bersama. Kami di sini untuk bertemu dengan pengembang, bertemu dengan Gubernur, dan bertukar pandangan tentang langkah-langkah strategis di berbagai sektor, termasuk pemanfaatan potensi energi Mubadala di Aceh,” ujar Dubes UEA.







