“Aceh memiliki sejarah panjang dalam menghadapi bencana dan menerima bantuan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, saat saudara-saudara kita di Myanmar mengalami musibah, sudah selayaknya kita juga turut membantu dengan segenap kemampuan yang kita miliki,” ujar Pangdam IM.
Beliau menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai lembaga kemanusiaan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan dengan lancar dan efektif.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menunjukkan kepedulian dan memberikan kontribusi dalam berbagai bentuk, baik materi maupun doa, untuk para korban di Myanmar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pangdam IM menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar bentuk solidaritas, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang dipegang teguh oleh masyarakat Aceh.
“Kami ingin menegaskan bahwa TNI selalu hadir dalam setiap upaya kemanusiaan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga bagi saudara-saudara kita di luar negeri yang sedang mengalami kesulitan,” tegasnya.
Mayjen TNI Niko Fahrizal berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan penderitaan para korban dan memberikan harapan baru bagi mereka yang terdampak.
“Semoga dengan adanya bantuan ini, para korban dapat segera bangkit dan kembali menata kehidupan mereka,” tutupnya.
Dengan adanya gerakan kemanusiaan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu dan menunjukkan empati terhadap mereka yang sedang menghadapi cobaan berat akibat bencana alam. ***







