Beliau telah mengajarkan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan perjuangan tanpa pamrih dalam menegakkan syariat Islam,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan haul ini sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan perjuangan serta semangat keilmuan yang telah diwariskan Almarhum.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus mendukung kegiatan keagamaan seperti ini.
Dayah dan para ulama adalah pilar penting dalam menjaga moral dan spiritual masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Aceh Besar, khususnya dalam memperkuat penerapan syariat Islam berdasarkan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.
“Fokus kami mencakup penguatan penerapan syariat Islam, peningkatan peran ulama, dan pengembangan pendidikan agama,” jelasnya.
Meskipun diselenggarakan secara sederhana, suasana haul berlangsung sangat khidmat.
Cahaya lampu yang temaram, gema zikir, dan lantunan doa yang mengalir lembut menghadirkan suasana haru dan syahdu di tengah para jamaah.
Dayah Ulee Titi dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan agama ternama di Aceh Besar, yang telah melahirkan banyak kader ulama.
Haul tahunan ini menjadi pengingat akan besarnya pengaruh dan jasa Waled Ulee Titi dalam membina generasi penerus umat.(**)







