“Digitalisasi layanan di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue khususnya pembelian tiket sangat memudahkan wisatawan karena mereka memperoleh kepastian keberangkatan melalui tiket yang sudah mereka pesan sehingga tidak perlu mengantri berjam-jam di pelabuhan, dan perjalanan pun bisa direncanakan jauh-jauh hari,” sebut Teuku Faisal.
Guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh dan PT Sakti Inti Makmur (SIM) mengoperasikan 7 armada kapal ferry dengan keberangkatan mencapai 20 trip PP (pulang – pergi) perhari.
Rekor keberangkatan kapal terbanyak
terjadi pada hari Kamis, 3 April 2025 yang mencapai 23 trip sehari, kapal cepat 9 trip dan kapal ferry roro 14 trip.
Selain pergerakan pada angkutan laut dan penyeberangan di Banda Aceh – Sabang yang mengalami peningkatan, kondisi serupa juga terjadi pada pengguna jalan tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) terutama sejak ruas tol Seksi 1 Padang Tiji Seulimeum difungsikan.
Dari data yang diperoleh mulai 24 Maret – 8 April 2025, terlihat ada 138.854 kendaraan yang melintasi jalan tol Sibanceh selama mudik lebaran tahun ini.
Gerbang tol Padang Tiji merupakan gerbang yang paling diminati meskipun hanya difungsikan selama 9 jam per hari mulai pukul 08.00 WIB pagi hingga 17.00 WIB sore.
Tercatat sebanyak 42.259 unit kendaraan melintas atau sebesar 30,4 persen dari seluruh trafik perlintasan kendaraan pada semua gerbang tol.
Kadishub Aceh juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder transportasi di Aceh, baik pada moda darat, udara, laut dan penyeberangan, yang turut menyukseskan penyelenggaraan
transportasi selama masa mudik lebaran tahun 2025 ini.







