Wagub juga menyinggung tentang masa depan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang akan berakhir dalam waktu dekat. “Kami ingin pemerintah pusat mendengar aspirasi kami untuk perpanjangan Otsus. Ini penting agar kami tidak terus menjadi provinsi yang tertinggal,” tegasnya.
Ia juga menitipkan harapan agar kelompok Bakrie dapat memberikan dukungan lebih jauh, seperti dalam bentuk beasiswa pendidikan ke luar negeri.
General Manager PT. Pema Global Energi, Resha Ramadian, menyampaikan bahwa operasi katarak ini merupakan lanjutan dari program serupa yang telah dimulai sejak tahun 2023. Hingga saat ini, lebih dari 100 pasien telah menjalani operasi, termasuk pasien yang ditangani secara bertahap antara mata kiri dan kanan.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa melanjutkan komitmen kami. Ini bagian dari kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi kami. Selain itu, kami juga rutin menyalurkan santunan kepada lebih dari 1.000 anak yatim,” ujar Resha. Ia juga menegaskan bahwa PGE akan terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan demi memperbesar dampak sosial dari kehadiran perusahaan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari seluruh stakeholder sangat penting agar keberadaan PGE bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Resha.
Wakil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nizar Saputra, turut mengapresiasi kegiatan sosial ini. Ia mengatakan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan harus berjalan seiring dengan aktivitas produksinya.
“Kita ingin memastikan bahwa perusahaan bukan hanya hadir untuk mengambil sumber daya, tetapi juga memberikan dampak positif melalui pendekatan kolaboratif. Ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain di Aceh,” ujar Nizar.







