“Kami juga menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat branding Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal. Dalam upaya ini, kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha, komunitas pariwisata, dan masyarakat luas,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, kunjungan wisatawan pada tahun 2024 mencapai 13 juta orang, dan pada tahun 2025 ini ditargetkan meningkat.
Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Aceh meluncurkan Kalender Event Piasan Nanggroe 2025 yang mencakup berbagai kegiatan unggulan yang masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN): Aceh Ramadhan Festival dan Aceh Perkusi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan, ATM merupakan event rutin dua tahunan atau agenda strategis yang telah diselenggarakan sejak 2017.
“Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh tetap konsisten membantu dan mendukung ASPPI untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Kami berharap Aceh Travel Mart tetap dilanjutkan oleh siapa pun yang nantinya menduduki posisi struktural,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan ATM ke-4 ini mencakup tiga agenda besar: seminar pariwisata dan ekonomi kreatif, business matching, serta Famtrip ke Aceh Jaya bertema Jejak Mata Biru.
“Pasca-pandemi, jumlah kunjungan ke Aceh terus meningkat setiap tahunnya. Ini bukan hanya karena kerja keras dinas, tapi juga kolaborasi berbagai pihak,” tegas Almuniza.
Ketua Umum ASPPI, Agus Pahlevi, yang turut hadir dalam kegiatan ini menyoroti peran penting asosiasinya dalam pengembangan pariwisata nasional.







