“Saya tidak menyangka Ibu datang langsung ke rumah kami. Ini pertama kali ada pejabat datang lihat sendiri keadaan kami. Terima kasih banyak,” ucap Ramani dengan mata berkaca-kaca.
Seperti biasa, saat berbincang dengan warga, Marlina tampak mendengar dengan tulus dan sesekali memeluk dengan penuh kasih sayang. “Tetap semangat ya, Buk. Semoga Allah mudahkan semua urusan kita,” kata Marlina.
Kepala desa setempat, Geuchik Syarifuddin, juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian dari pemerintah. “Kami sangat berterima kasih. Selama ini banyak warga yang luput dari bantuan karena keterbatasan data. Dengan kunjungan langsung seperti ini, saya yakin bantuan akan jauh lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Dari Geulima Jaya, rombongan Marlina melanjutkan perjalanan ke Gampong Keudee Baro, Kecamatan Kuala Batee. Rumah yang dituju kali ini milik Safrina, seorang ibu yang telah lama sakit-sakitan. Dalam kondisi tubuh yang lemah, Safrina tetap berusaha mengurus dua anaknya. Suaminya, Masrizal, jarang di rumah karena bekerja serabutan. Rumah mereka yang lembap di tengah kebun sawit dibangun dari bantuan warga, namun sangat jauh dari kata layak.
Di sana, Marlina berdiam cukup lama. Ia duduk di samping Safrina yang kian kurus dan terkulai lemah. Marlina juga berbincang panjang dengan wanita itu dan menyampaikan doanya agar Safrina segera diberi kesembuhan, sehingga dapat menjalani kehidupan normal bersama keluarganya.
Lokasi ketiga yang dikunjungi adalah rumah Samiah, seorang janda lansia di Gampong Rumoh Panyang, juga di Kecamatan Kuala Batee. Samiah hidup sendirian di rumah tua yang nyaris roboh. Kondisinya yang sudah renta dan tempat tinggal yang tidak layak menjadi perhatian Marlina. Seperti kunjungan sebelumnya, Marlina menyapa dan berdialog dengan penuh empati, sambil memverifikasi langsung kondisi calon penerima bantuan.







