Salah satu kisah inspiratif datang dari Yusran, siswa SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh, yang berhasil menembus ketatnya proses seleksi hingga dinyatakan lulus sebagai calon peserta pendidikan pertama Sekolah Calon Bintara PK TNI AD TA 2025.
Yusran, yang lahir di Lueng Keubeu Jagat, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya pada 29 Desember 2006, merupakan anak dari seorang petani dan ibu rumah tangga.
Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara, dan menjadi kebanggaan keluarga serta sekolahnya karena keberhasilannya menembus dunia militer melalui jalur seleksi yang kompetitif.
Pangdam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han), dalam keterangannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, tim seleksi, dan peserta yang telah mengikuti rangkaian seleksi dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas.
“Proses seleksi ini telah dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Kami mencari putra-putra terbaik bangsa, bukan hanya dari sisi fisik dan akademik, tetapi juga dari segi moral, etika, dan semangat pengabdian kepada negara,” tegas Pangdam IM.
Ia menekankan bahwa rekrutmen TNI AD, termasuk seleksi Calon Bintara, dilakukan secara gratis dan bebas dari pungutan apa pun.
Kodam Iskandar Muda berkomitmen mendukung penuh kebijakan pimpinan TNI AD dalam memberantas praktik percaloan dan pungutan liar yang merugikan masyarakat.
“Kami pastikan bahwa tidak ada biaya yang dibebankan kepada peserta maupun keluarga. Jika ada pihak yang mengatasnamakan panitia dan meminta imbalan dalam bentuk apa pun, segera laporkan.







