Kami akan tindak tegas karena ini mencoreng nama institusi,” tegas Mayjen TNI Niko Fahrizal.
Lebih lanjut, Pangdam IM menekankan bahwa proses rekrutmen ini tidak semata-mata bertujuan menambah jumlah personel, tetapi lebih dari itu adalah mencetak prajurit TNI AD yang unggul, nasionalis, dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Menjadi prajurit bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga soal semangat, loyalitas, dan komitmen terhadap bangsa dan negara. Pendidikan yang akan mereka jalani adalah titik awal dari perjalanan panjang untuk menjadi prajurit sejati,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Pangdam mengajak seluruh calon Bintara yang dinyatakan lulus untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Ia juga berpesan agar mereka senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan.
“Selamat kepada seluruh peserta yang telah lulus. Gunakan kesempatan ini untuk mengabdi kepada bangsa dengan tulus. Jadilah prajurit yang membanggakan rakyat dan institusi,” pungkasnya.
Pengumuman hasil Pantukhir ini menjadi bukti nyata bahwa TNI AD melalui Kodam Iskandar Muda terus berkomitmen membuka peluang yang adil dan inklusif bagi generasi muda dari seluruh penjuru Aceh.
Dengan prinsip transparansi dan meritokrasi, Kodam IM bertekad mencetak prajurit-prajurit tangguh yang siap menjaga kedaulatan bangsa dan menjadi perekat persatuan Indonesia. []







