“Jembatan ini dibangun sebagai akses sementara agar aktivitas warga tetap berjalan lancar, sambil menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen yang telah diajukan melalui forum Musrenbang desa.
Kami berharap, dengan adanya jembatan ini, masyarakat tidak lagi kesulitan untuk beraktivitas, baik dalam hal pertanian, pendidikan, maupun akses layanan kesehatan,” ujar Sertu Aput.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan faktor keamanan saat melintas di atas jembatan darurat tersebut, mengingat konstruksi sementara dari kayu tentu memiliki keterbatasan dalam menampung beban dan menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami mengajak seluruh warga untuk turut menjaga dan merawat jembatan ini secara bersama-sama, serta tidak menggunakan secara berlebihan, demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Menanggapi upaya nyata tersebut, Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif Babinsa dan masyarakat Desa Pantan Sinaku dalam membangun jembatan darurat sebagai solusi cepat atas kebutuhan masyarakat.
“Apa yang dilakukan oleh Babinsa merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas pembinaan teritorial dan pengejawantahan dari nilai-nilai luhur TNI, khususnya dalam implementasi butir ke-8 Wajib TNI, yakni mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya,” ujar Pangdam IM.
Mayjen TNI Niko Fahrizal menambahkan bahwa kepedulian prajurit di lapangan, seperti yang ditunjukkan oleh Sertu Aput, merupakan representasi dari semangat prajurit Kodam Iskandar Muda yang senantiasa hadir dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.






