Sayuti menambahkan, isu yang paling banyak didiskusikan menyangkut dengan keberadaan PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh, karena PT. PIM adalah perusahaan yang menyuplai pupuk untuk 5 Provinsi di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Fernandito Dicky Marsetyo menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk insan pers.
Hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai dinamika dunia usaha di wilayah tersebut.
“Kami berharap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PWI, dapat memperkaya data penelitian sehingga hasilnya lebih valid dan dapat digunakan sebagai rekomendasi kebijakan,” kata Fernandito.
Penelitian ini dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Agustus hingga September 2025, dengan fokus pada pemetaan entitas bisnis, kondisi sosial ekonomi, serta potensi pengembangan wilayah industri di kawasan pantai timur Aceh. (*)







