Ketua SAPA, Fauzan Adami. Foto: Istimewa
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Pemerintah Aceh menetapkan kenaikan dana hibah untuk partai politik pada tahun 2025 sebesar Rp29,34 miliar, meningkat lebih dari lima kali lipat dari Rp5,3 miliar di tahun sebelumnya.
Bantuan yang sebelumnya Rp2.000 per suara kini naik menjadi Rp10.000 per suara, memicu kritik dari Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA).
Ketua SAPA, Fauzan Adami, menilai kebijakan ini jauh dari keberpihakan kepada rakyat kecil.
“Seharusnya Pemerintah Aceh lebih peka. Rakyat membutuhkan solusi untuk pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan pemulihan ekonomi.
Bukan malah menghamburkan APBA untuk memperkaya partai politik,” tegas Fauzan pada Selasa, 16 September 2025.
SAPA mempertanyakan urgensi kenaikan dana hibah yang signifikan ini, menyarankan agar dana tersebut lebih bermanfaat jika dialihkan untuk program-program pemberdayaan ekonomi rakyat, penanggulangan kemiskinan, dan perbaikan layanan publik.
“Kebijakan ini jelas mencederai rasa keadilan. Pemerintah seakan menutup mata terhadap penderitaan rakyat,” tambahnya.
SAPA mendesak Pemerintah Aceh untuk segera meninjau ulang kebijakan hibah ini dan meminta ketua partai politik di Aceh menunjukkan sikap moral dengan menolak kenaikan dana hibah, demi menjaga martabat partai dan berpihak pada kepentingan rakyat. []







