Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) Fauzan Adami. Foto: Istimewa
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) meminta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh memastikan proses penentuan kepala madrasah di daerah berjalan transparan, adil, dan bebas dari praktik nepotisme.
Ketua SAPA, Fauzan Adami, menyampaikan pihaknya menerima sejumlah aspirasi dari guru yang merasa terhambat dalam promosi jabatan meskipun sudah memiliki pengalaman dan prestasi.
Menurutnya, muncul kekhawatiran bahwa pengangkatan kepala madrasah tidak sepenuhnya berdasarkan sistem merit, melainkan dipengaruhi oleh faktor kedekatan atau hubungan keluarga.
“Kalau ada penempatan kepala madrasah yang lebih dipengaruhi oleh relasi dibandingkan kapasitas dan pengalaman, itu tentu bisa menimbulkan persepsi adanya nepotisme.
Hal semacam ini sangat merugikan guru-guru yang berintegritas dan berprestasi,” ujar Fauzan, Selasa (23/9/2025).
SAPA menilai, jika proses seleksi hanya mengutamakan orang-orang yang dekat dengan pejabat di Kemenag sementara guru lain yang memiliki kualitas tidak diberi ruang, maka hal ini dapat menciptakan ketidakadilan dalam dunia pendidikan.
“Jangan sampai ada permainan dalam proses pengusulan calon kepala madrasah. Jika hal itu benar terjadi, dampaknya bukan hanya pada guru yang dirugikan, tetapi juga pada mutu pendidikan secara keseluruhan,” tegas Fauzan.
Fauzan mendesak Kemenag Aceh untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan.






