Sementara itu, Tgk. H. Zulkarnain, MA dalam penyampaian materinya menekankan pentingnya semangat persatuan sebagaimana dicontohkan oleh tokoh pemuda Aceh, Tgk. Nyak Arif, yang menjadi delegasi Aceh pada Kongres Pemuda II tahun 1928.
Ia juga mengingatkan bahwa perdamaian Aceh yang telah terjalin hampir 20 tahun sejak penandatanganan Perjanjian Helsinki harus dijaga bersama.
“Pemuda Aceh harus menghormati para pejuang dan menjaga komitmen perdamaian,” tegasnya.
Sekretaris KNPI Kota Langsa, Basyarudin, ST, SH, menambahkan bahwa keadilan dan kreativitas pemuda menjadi kunci keberlanjutan perdamaian.
“Pemuda harus berani melahirkan ide-ide cemerlang untuk membangun kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Sebagai penutup, peserta kegiatan membacakan dan menandatangani Ikrar Deklarasi Pemuda Aceh yang berisi komitmen menjaga perdamaian, mendukung implementasi UUPA, menolak provokasi, dan mendukung program pembangunan serta investasi demi kemajuan ekonomi Aceh.
Kegiatan berlangsung tertib dan aman tanpa adanya simbol-simbol separatis di lokasi acara.
Seminar ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebangsaan, memperkokoh identitas pemuda Aceh, dan mendorong peran aktif mereka dalam pembangunan sosial ekonomi daerah, khususnya di Kota Langsa. []






