Berbeda dengan kondisi di Sabang, harga beras di Bireuen dan Aceh Utara relatif stabil dan tidak melebihi HET. Di Pasar Induk Kota Juang, Bireuen, misalnya, di UD. Afri milik Ibnu Ajir, beras premium dijual Rp15.333/kg dan medium Rp14.000/kg. Di Toko Tgk. Marzuki, meskipun tidak tersedia beras premium, harga medium tercatat sedikit di atas HET yakni Rp14.333/kg. Sementara di Kedai Berkah Muda milik Ali Basyah, beras premium dijual Rp15.333/kg dan medium Rp14.000/kg.
Kondisi serupa juga terlihat di Aceh Utara. Di Toko Puteh milik Basri, harga beras premium Rp15.000/kg dan medium Rp14.000/kg. Sementara di Toko Sumatera milik Aries Nazar, beras premium dijual Rp15.300/kg dan medium Rp14.600/kg.
Untuk beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), harga masih terjaga stabil di kisaran Rp12.500/kg, sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Dari hasil pengecekan lapangan, Satgas menilai bahwa stok beras di Aceh masih mencukupi dan harga secara umum masih terkendali sesuai HET. Namun, terhadap sejumlah pedagang yang menjual di atas batas harga, Satgas telah memberikan teguran tertulis dan akan melakukan pemantauan lanjutan secara berkala.
Koordinator Satgas Pengendalian Harga Beras Aceh, Kombes Pol. Zulhir Destrian, menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk memastikan harga beras tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang wajar dan kualitas yang baik. Pengawasan akan terus dilakukan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara sepihak,” ujar Zulhir Destrian, Minggu, 26 Oktober 2025.







