“Pastikan satu bulan sebelum pelaksanaan, semua sudah siap. Buat komitmen dan pernyataan bersama. Jangan sampai seminggu sebelum acara baru disiapkan,” tegasnya.
Selain itu, Fadhlullah juga menyoroti pentingnya penjadwalan kegiatan MTQ agar tidak bertepatan dengan musim penghujan.
“Penentuan jadwal MTQ mendatang sebaiknya tidak lagi dilakukan setelah bulan September, karena pada periode itu Aceh biasanya sudah memasuki musim hujan,” ujarnya mengingatkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, dalam laporannya menyampaikan perkembangan terkini persiapan pelaksanaan MTQ. Ia menyebutkan bahwa pembangunan gedung utama telah rampung 100 persen, sementara pekerjaan lanskap dan mimbar utama sedang dikebut penyelesaiannya dengan penambahan tenaga kerja.
“Insya Allah semuanya segera selesai. Untuk cabang-cabang lain, bahan material sudah tersedia dan tinggal proses pemasangan,” kata Zahrol.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas SKPA terus dilakukan untuk memastikan dukungan di berbagai sektor.
“Dinas Kesehatan sudah menyiapkan tenaga medis, Dinas Perkim menyediakan toilet portabel di arena utama dan lokasi lain, sementara Dinas PUPR menyiapkan mobil tangki air bersih. Dinas Perhubungan juga akan membantu bus dan armada transportasi lainnya,” jelasnya.
Selain kegiatan utama, Zahrol menyebutkan bahwa dalam rangkaian MTQ juga akan digelar Seminar Al-Qur’an yang menghadirkan pemateri dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Pusat.
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten I Setda Aceh, Syakir; Ketua Komisi VII DPR Aceh, Ilmiza Saaduddin Djamal; Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Tgk. Abdul Muthalib; Kepala Biro Isra, Yusrizal; Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Akkar Arafat; serta anggota Dewan Pengawas pelaksanaan MTQ ke-37. []







