“Rahmat butuh terapi Bu, kami harus pergi ke Banda Aceh namun kami terkendala penginapan, karena terapinya itu seminggu dua kali. Jika harus pulang pergi, maka kami terkendala di biaya Bu. Bagusnya kami sebulan berada di Banda Aceh, agar lebih fokus dan penanganan Rahmat bisa maksimal,” kata Abubakar saat itu.
Prihatin dengan kondisi Rahmat, Kak Na pun berjanji akan membantu Rahmat dan keluarga mencari tempat untuk menginap. Hari ini, janji itu pun ditunaikan. Rahmat pun terlihat sangat bersemangat.
Meski malu-malu, Rahmat sudah mulai tertawa lepas saat Kak Na menyemangati dan mengajaknya bercanda.
“Kiban Rahmat, ka semangat kan? Insya Allah bagah puleh neuk beuh. Nteuk wate ka puleh ta adu plung dua. Cah le sigoe. (Bagaimana Rahmat, sudah semangat kan? Insya Allah cepat sembuh nak ya. Nanti kalau sudah sembuh kita lomba lari berdua ya. Tos dulu kita)” ucap Kak Na, sebelum meninggalkan Rahmat yang akan menjalani sejumlah proses terapi.
Rahmat pun tertawa, dengan penuh semangat iya sambut tangan Kak Na. “Tos Bu, semangat Bu, terima kasih banyak atas bantuan Ibu” ucap Rahmat.
Sebelum meninggalkan RSUDZA, Kak Na sempat menyapa beberapa pasien yang sedang menunggu giliran pemeriksaan. Dengan ramah Kak Na berdialog menanyakan kondisi dan asal sejumlah pasien. []







