Sejak Minggu pagi, Kak Na bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Aceh Chaidir, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh T. Adi Darma, serta istri Ketua DPR Aceh, meninjau dan menyalurkan bantuan ke sejumlah posko pengungsian.
Kak Na menegaskan bahwa anak-anak, kaum ibu, dan lansia merupakan kelompok rentan yang harus mendapat perhatian lebih dalam situasi bencana. Menurutnya, pembagian biskuit kepada anak-anak bukan sekadar memberi makanan ringan, tetapi bentuk perhatian dan empati.
“Yang kita bagikan mungkin hanya biskuit, tapi tujuannya agar mereka merasa diperhatikan dan dibahagiakan hatinya. Bencana telah menghilangkan kebiasaan mereka, seperti belajar dan bermain bersama teman-teman. Kini ruang gerak mereka terbatas di posko pengungsian,” ujar Kak Na.
Ia berharap kehadiran pemerintah dan para relawan dapat memberikan penguatan psikologis bagi anak-anak korban banjir. “Dengan oleh-oleh kecil ini, setidaknya mereka merasa tidak sendiri dan tahu bahwa kita semua peduli,” pungkasnya.
Adapun bantuan yang disalurkan pada hari tersebut meliputi beras, pampers, pakaian, minyak goreng, biskuit, selimut, kasur lipat, sarung, air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya. []







