Perjalanan menuju Capem Ronga-Ronga dihadapkan pada medan longsor berat yang tak dapat dilalui kendaraan roda empat. Tim kemudian beralih menggunakan motor trail dan hanya mampu mencapai Jembatan Tengge Besi.
Sekitar satu kilometer terakhir menjadi titik paling kritis. Jembatan kayu yang harus dilintasi hanya berupa dua batang kayu bulat dengan kondisi goyah dan rawan patah, membentang di atas jurang curam. Demi keselamatan dan keberhasilan misi, tim mengambil keputusan berani meninggalkan motor trail.
BBM kemudian dipikul secara estafet, menyeberangi jembatan rapuh dan melanjutkan perjalanan melewati medan longsor terjal yang dipenuhi kayu serta batu licin. Meski risiko tinggi mengintai, semangat tim tak surut hingga akhirnya berhasil mencapai Capem Ronga-Ronga tepat waktu.
Keberhasilan ini memastikan operasional Capem tetap normal dan layanan transaksi perbankan bagi masyarakat Bener Meriah yang terdampak bencana dapat terus berjalan.
Bank Aceh menegaskan komitmennya untuk selalu hadir sebagai mitra terdepan bagi masyarakat Aceh, tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga di saat-saat paling sulit. []







