Gedung Kantor BPBD Kabupaten Gayo Lues. Foto: Istimewa.
Gayo Lues, Acehinspirasi.com l Dugaan permainan anggaran kembali mencuat di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues. Empat paket jasa konsultasi perencanaan bernilai ratusan juta rupiah per paket disinyalir sarat mark-up dan dinilai tidak sebanding dengan lingkup serta durasi pekerjaan.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Gayo Lues, empat paket tersebut meliputi Perencanaan Teknis DI Cempa senilai Rp279.999.000, Perencanaan Teknis Tanggul Banjir Rerebe Rp279.999.000, Perencanaan Teknis DI Cinte Rp279.999.000, serta Perencanaan Teknis Tanggul Uyem Beriring sebesar Rp199.999.000. Total anggaran yang dikucurkan dari APBD mencapai lebih dari Rp1,2 miliar.
Nilai anggaran tersebut menuai sorotan karena pekerjaan perencanaan diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan. Selain itu, tiga paket memiliki nilai yang hampir identik, sehingga memunculkan dugaan adanya pola pengaturan tender.
Kondisi ini dinilai kontras dengan realitas di lapangan, di mana masyarakat Gayo Lues masih menghadapi berbagai persoalan pascabencana, mulai dari infrastruktur rusak, lahan pertanian terdampak, hingga pemulihan ekonomi yang belum berjalan optimal.
Seorang narasumber, Munandar yang akrab disapa Mafia Ucak, menilai dugaan mark-up tersebut mudah terbaca. “Perencanaan satu bulan setengah, tapi anggarannya ratusan juta per paket.
Ini bukan salah hitung, ini pola. Nilainya hampir sama, itu tanda permainan lama dipakai lagi,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).







