Ia menilai, kebutuhan mendesak di lapangan tidak hanya terbatas pada logistik pangan, tetapi juga mencakup penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, sarana air bersih dan MCK, serta pembersihan dan pemulihan fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, madrasah, pesantren, dan kantor pemerintahan.
“Ini membutuhkan waktu, dukungan anggaran, dan sumber daya yang sangat besar. Menghadirkan lembaga rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh merupakan sebuah keniscayaan,” tegas Yusri.
DPD IKAL Lemhannas RI Aceh hingga saat ini masih membuka dan menerima donasi kemanusiaan dari keluarga besar alumni Lemhannas RI serta para donatur dari seluruh Indonesia untuk disalurkan kepada korban bencana hidrometeorologi Aceh. []







