“Apa yang kita unggah akan menjadi jejak digital. Sekali diposting, itu bisa abadi, meskipun sudah dihapus. Bisa saja sudah dilihat, disimpan, atau tersebar di server lain,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong para pemuda, khususnya remaja putri, agar lebih selektif dalam memilih dan menyaring konten sebelum membagikannya. Prinsip saring sebelum sharing, menurutnya, harus menjadi pegangan agar media sosial tidak berbalik menjadi bumerang di masa depan.
“Bijak bermedia sosial adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masa depan,” pungkasnya. []







