Layanan Kesehatan dan Trauma Healing
Selama pelayanan, Tim EMT mencatat 34 pasien rawat jalan, terdiri dari 1 anak usia di bawah lima tahun dan 33 pasien usia di atas lima tahun. Jenis penyakit terbanyak yang ditangani adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, nyeri otot, gangguan tulang dan sendi, hingga gangguan saraf.
Selain pelayanan di lokasi posko, Tim EMT Terpadu juga melakukan dua kunjungan rumah home care kepada pasien dengan kondisi khusus.
Kunjungan tersebut diberikan kepada pasien dengan diagnosis Hernia Nucleus Pulposus (HNP) serta pasien yang mengalami Post Trauma Syndrome, yakni gangguan psikologis akibat trauma pascabanjir bandang yang dialami.
Home care dilakukan karena kondisi pasien tidak memungkinkan untuk datang langsung ke lokasi pelayanan kesehatan.
Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan pemeriksaan medis, edukasi kesehatan, serta pemantauan lanjutan guna mencegah perburukan kondisi fisik maupun psikologis pasien.
Satu pasien dengan kondisi Hernia Nukleus Pulposus (HNP) yang memerlukan Tindakan segera untuk dirujuk ke RSUD Datu Beru agar bisa mendpatkan penanganan lanjutan.
Selain layanan medis, tim juga memberikan trauma healing kepada 31 anak pengungsi melalui pendekatan komunikasi kesehatan yang menyenangkan, seperti bernyanyi, permainan interaktif, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk eduksi pentingnya cuci tangan pakai sabun.
Kehadiran Tim EMT Terpadu Dinas Kesehatan Aceh di wilayah terisolasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat terdampak bencana, bahkan di daerah dengan akses paling sulit sekalipun.






