Scroll untuk baca artikel
Aceh

Warga Bendahara Desak Kepala BNPB Angkat Kaki dari Aceh, Regulasi Banjir Dinilai Tak Manusiawi

196
×

Warga Bendahara Desak Kepala BNPB Angkat Kaki dari Aceh, Regulasi Banjir Dinilai Tak Manusiawi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260209 113852

Syaiful Keng didampingi Dan Bayo dan Yasir (JASA) di salah satu warung kopi di Simpang Opak, Kecamatan Bendahara, Sabtu (7/2/2026). Foto: Istimewa.

Aceh Tamiang, Acehinspirasi.com l Kemarahan warga di tingkat akar rumput pecah. Ketua Forum Datok Kecamatan Bendahara, Syaiful Syahputra atau yang akrab disapa Syaiful Keng, secara terbuka mendesak Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk angkat kaki dari Aceh.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Syaiful Keng didampingi Dan Bayo dan Yasir (JASA) di salah satu warung kopi di Simpang Opak, Kecamatan Bendahara, Sabtu (7/2/2026).

Pemicunya adalah sederet regulasi BNPB yang dinilai dibuat “di balik meja kantor” dan tidak mencerminkan realitas penderitaan warga korban banjir. Aturan tersebut disebut menyamakan parameter kerusakan akibat banjir dengan kerusakan akibat gempa bumi.

“Ini aturan yang tidak manusiawi. Kerusakan banjir disamakan dengan gempa bumi. Akibatnya, data tim survei di lapangan jadi berantakan dan jauh dari fakta penderitaan rakyat,” tegas Syaiful.

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan kegagalan berpikir birokrasi pusat. Memaksakan regulasi gempa bumi untuk menangani korban banjir disebut sebagai kesalahan fatal yang bersifat sistematis.

“Jangan persulit kami dengan aturan kaku yang dibuat di balik meja ber-AC di Jakarta. Data survei kalian itu tidak sesuai realita. Menyamakan dampak banjir dengan gempa adalah penghinaan terhadap logika dan penderitaan kami,” ujarnya dengan nada tinggi.

Regulasi Dinilai Picu Konflik Sosial

Girl in a jacket