Yudi Triadi turut mengapresiasi kehadiran para purnabakti Adhyaksa yang untuk pertama kalinya diundang dalam kegiatan ini.
“Terima kasih kepada Bapak-Bapak purnabakti yang hadir. Kehadiran ini memperkuat silaturahmi kita. Semoga ke depan dapat terus kita tingkatkan, tentu dengan mempertimbangkan kemampuan dan pemerataan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Kajati Aceh juga mengajak seluruh keluarga besar Kejati Aceh untuk senantiasa bersyukur.
Ia mengutip firman Allah SWT tentang keutamaan bersyukur yang akan mendatangkan tambahan nikmat.
“Jika kita banyak bersyukur, insyaallah Allah akan menambah nikmat-Nya,” tuturnya.
Sebagai informasi, Meugang atau dikenal pula sebagai Makmeugang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Tradisi ini berakar sejak masa Kesultanan Aceh, ketika daging dibagikan kepada masyarakat sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan dalam menyambut hari-hari besar Islam.
Melalui kegiatan ini, Kejati Aceh menegaskan untuk terus merawat nilai-nilai kearifan lokal Aceh, sekaligus memperkuat solidaritas dan kebersamaan di lingkungan institusi penegak hukum tersebut. []






