Hingga 2025, lebih dari 51.000 pohon bakau telah ditanam di area seluas sekitar 14,7 hektare. Upaya ini tidak hanya bertujuan menjaga ekosistem pesisir dari abrasi, tetapi juga membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan karena habitat biota laut kembali terjaga.
Selain rehabilitasi mangrove, perusahaan juga mendorong edukasi lingkungan, pengurangan sampah plastik, serta restorasi sungai di tingkat desa guna memperlancar aliran air sekaligus mendukung aktivitas transportasi masyarakat.
“Keberlanjutan hanya dapat tercapai jika ada kolaborasi yang baik antara perusahaan dan masyarakat. Karena itu, kami memastikan setiap program dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang,” tambah Catur.
Melalui implementasi CSR yang terarah, partisipatif, dan berkelanjutan, perusahaan optimistis hubungan harmonis dengan masyarakat dapat terus terjaga, sekaligus berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Provinsi Aceh.(*)







