Memasuki hari kedua pasca banjir, Kak Na terjebak dengan kondisi putus hubungan komunikasi dengan dunia luar karena jaringan komunikasi terputus total. Untuk menghindari kepanikan, Kak Na menginstruksikan tim untuk mencari cara untuk menerobos banjir.
Mobil tangki milik Bang Ucok yang terparkir di tepi jalan menjadi opsi tim. Meski menyadari resiko terendam, namun Bang Ucok menyanggupi untuk mengantar “Ibu Negara” ke Lhokseumawe yang dikabarkan tak terimbas gangguan sinyal komunikasi.
Tepat pukul 16.30 Wib perjalanan trabas banjir dimulai. Kak Na menumpang dalam kabin, sementara Plt Kadinsos Aceh dan tim menumpang di atas tangki truk.
Truk merangkak pelan karena harus berhati-hati memilih jalur yang terendam banjir. Selain itu, jika terlalu laju, maka gelombang yang dihasilkan akan merusak rumah dan warung berkonstruksi kayu yang ada di sisi jalan raya.
Ba’da Isya, Bang Ucok sukses mengantar Kak Na dan tim ke Lhokseumawe. Bukan tanpa duka, suami Nuranisa itu merupakan salah satu korban bencana. Rumah habis disapu bandang.
Kini, ayah dari empat orang anak ini menyewa rumah di kampung halamannya Alu Bilie Rayeuk, untuk tempat bernaung keluarganya sembari menunggu rumah bantuan selesai dibangun.
“Terima kasih buat Ibu Gubernur yang telah mengundang saya dan keluarga di acara open house ini. Alhamdulillah, sejak saat itu, silaturrahmi kami terus terjalin baik. Terima kasih Ibu Ana. Sehat selalu buat Ibu, Pak Gubernur dan keluarga semua,” ucap Bang Ucok.
Suasana Halal bi Halal dan Silaturrahmi Idul Fitri berlangsung meriah, ribuan masyarakat mengantri untuk menyalami Kak Na yang duduk berdampingan dengan Zubaidah sang Ibu Mertua.







