Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, pemanfaatan pekarangan juga berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha skala rumah tangga, seperti peternakan kecil dan budidaya perikanan.
Mukarramah menambahkan, upaya tersebut turut berkontribusi dalam mengatasi persoalan kesehatan, termasuk stunting, yang masih menjadi tantangan. Pola konsumsi yang sehat dan bergizi menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang berkualitas.
“Kami berharap para pengurus PKK, khususnya Pokja III di seluruh kabupaten/kota, dapat menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan program ini kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman Aceh dalam menghadapi berbagai bencana memberikan pelajaran penting tentang pentingnya ketahanan pangan keluarga. Dalam kondisi darurat, ketersediaan pangan mandiri dari pekarangan menjadi sangat krusial.
“Sekecil apa pun pekarangan yang kita miliki, jika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan dampak besar bagi ketahanan pangan keluarga,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Mukarramah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak dan bergandeng tangan dalam memperkuat ketahanan keluarga demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan berbasis keluarga. []







