Data menunjukkan 92 orang merupakan anak petani, 32 orang anak TNI aktif, 23 orang anak pedagang, serta 21 orang berasal dari keluarga yatim atau piatu. Selain itu, terdapat pula anak PNS, guru, karyawan, buruh, sopir, nelayan, anggota Polri, purnawirawan TNI, hingga profesi lainnya seperti wartawan, mekanik mobil, peternak ayam, tukang jahit, dan tukang becak.
Keberagaman tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan menjadi prajurit TNI Angkatan Darat terbuka bagi seluruh putra bangsa tanpa memandang status sosial maupun profesi orang tua. Seluruh peserta dinilai berdasarkan kemampuan dan prestasi yang ditunjukkan selama proses seleksi.
Kodam Iskandar Muda kembali mengingatkan bahwa penerimaan prajurit TNI AD dilaksanakan secara gratis dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. TNI AD juga tidak memberikan ruang bagi praktik percaloan, pungutan liar, maupun bentuk kecurangan lainnya.
Melalui pelaksanaan Sidang Pantukhir Caba PK TNI AD Gelombang II TA 2026 ini, Kodam Iskandar Muda menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan TNI Angkatan Darat untuk menghasilkan prajurit yang profesional, berintegritas, tangguh, dan siap mengemban tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. []







