Hal ini juga menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia unggul sejak proses rekrutmen,” ujar Ari.
Ia juga menegaskan seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan secara objektif dengan memanfaatkan teknologi Computer Assisted Test (CAT) pada pemeriksaan psikologi maupun uji akademik sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.
“Sidang kelulusan ini merupakan tahapan akhir dari seluruh rangkaian seleksi. Proses ini dilaksanakan secara terbuka sehingga seluruh peserta dapat melihat dan memeriksa hasil nilai yang diperoleh selama mengikuti setiap tahapan seleksi,” katanya.
Kepada peserta yang dinyatakan lulus, Wakapolda mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan awal dari tanggung jawab besar sebagai calon insan Bhayangkara.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh serta menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Sementara bagi peserta yang belum berhasil, Ari meminta agar tidak patah semangat dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk mempersiapkan diri lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Wakapolda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia daerah, tim pemeriksa, pengawas internal maupun eksternal, serta semua pihak yang telah mendukung kelancaran proses seleksi sehingga berlangsung aman, objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan sidang terbuka tersebut menjadi bukti komitmen Polda Aceh dalam menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) pada proses rekrutmen anggota Polri.







