“Mudah-mudahan dengan bantuan ini mereka bisa merasakan hal yang sama seperti anak-anak lainnya, bersekolah dengan perlengkapan yang layak, sehingga tidak ada perbedaan.
Kita ingin Banda Aceh menjadi kota yang inklusif, di mana semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 28 anak yatim di Kecamatan Kuta Alam menerima bantuan perlengkapan sekolah. Rinciannya, delapan anak berasal dari Gampong Kuta Alam dan 20 anak dari Gampong Keuramat.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan semangat bagi anak-anak dalam menyambut tahun ajaran baru. []







