“Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Aceh. Sebagai Bank Pembangunan Daerah milik masyarakat Aceh, penghargaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab,” ujar Fadhil.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah capaian individu, melainkan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Bank Aceh yang selama ini berkomitmen menghadirkan informasi yang cepat, akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemangku kepentingan.
Ia menegaskan bahwa di tengah dinamika industri jasa keuangan yang semakin kompetitif, keterbukaan informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan Good Corporate Governance (GCG). Oleh karena itu, Bank Aceh terus memperkuat budaya transparansi, akuntabilitas, serta komunikasi yang efektif sebagai landasan dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyampaian informasi perusahaan secara berkala, penguatan fungsi kehumasan, optimalisasi kanal komunikasi digital, peningkatan layanan informasi publik, serta pembangunan hubungan yang profesional dan berkelanjutan dengan media massa, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah Syariah yang terus bertransformasi menjadi institusi keuangan modern dan berdaya saing nasional, Bank Aceh senantiasa mengedepankan profesionalisme, integritas, serta pelayanan prima kepada masyarakat. Transformasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penguatan bisnis, inovasi layanan, dan digitalisasi, tetapi juga melalui komitmen untuk membangun komunikasi publik yang terbuka, kredibel, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.







