Pendekatan tersebut memadukan teknologi pengelolaan limbah dengan kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat. Atas penerapan tersebut, Nathabumi dinilai memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi sirkular yang menghadirkan manfaat bagi industri, masyarakat, dan lingkungan. Hingga akhir tahun 2025, Solusi Bangun Indonesia telah memanfaatkan 1,98 juta ton limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif, dan mencapai 15,11% Thermal Substitution Rate melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif sebagai pengganti energi fosil.
Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, mengatakan bahwa pengelolaan limbah menjadi bagian dari upaya Perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus mendukung transformasi industri menuju operasional yang semakin rendah karbon.
“Bagi kami, limbah bukan semata persoalan yang harus diselesaikan, tetapi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menciptakan nilai. Melalui Nathabumi, kami menghubungkan kebutuhan pengelolaan limbah dari berbagai sektor dengan kemampuan industri semen untuk memanfaatkannya secara aman dan bertanggung jawab sebagai bahan bakar dan bahan baku alternatif,” ujar Edi Sarwono.
Menurut Edi, keberhasilan penerapan ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi karena persoalan limbah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, Solusi Bangun Indonesia terus membangun kemitraan dengan pemerintah, pelaku industri, pengelola sampah, dan masyarakat untuk memperluas pemanfaatan limbah sebagai sumber daya.







