Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Taqwaddin: ICMI Harus Jadi Kekuatan Intelektual dan Penyangga Kemajuan Aceh

1
×

Taqwaddin: ICMI Harus Jadi Kekuatan Intelektual dan Penyangga Kemajuan Aceh

Sebarkan artikel ini
IMG 20260905 154427

Taqwaddin dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Organisasi Daerah (Orda) ICMI Aceh Besar periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Mujimulia, Sabtu (5/9/2026)

Aceh Besar, Acehinspirasi.com l Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Aceh, Dr. Taqwaddin, menegaskan ICMI harus mampu tampil sebagai kekuatan intelektual sekaligus tumpuan masyarakat dalam menggerakkan kemajuan Aceh di berbagai bidang.

Hal tersebut disampaikan Taqwaddin dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Organisasi Daerah (Orda) ICMI Aceh Besar periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Mujimulia, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Taqwaddin, ICMI merupakan wadah berhimpunnya para cendekiawan dan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman, profesionalitas serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.

“Orang-orang ICMI adalah cendekia. Di dalamnya berhimpun para tokoh dan ahli dalam berbagai bidang keilmuan, praktisi profesional, para ulama, aktivis dan para pemuda,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, keberadaan ICMI tidak boleh hanya berhenti sebagai organisasi tempat berkumpulnya para intelektual. Kapasitas keilmuan dan kepakaran para anggotanya harus diterjemahkan menjadi kekuatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita diharap menjadi tumpuan yang dapat menggerakkan kemajuan dalam berbagai bidang,” tegas Taqwaddin.

Empat Kriteria Pemimpin Aceh

Dalam kesempatan tersebut, Taqwaddin juga mengemukakan empat kriteria penting yang menurutnya harus dimiliki tokoh maupun pemimpin Aceh. Ia merumuskannya melalui filosofi lokal Aceh, yakni tuha, tuho, teupeu dan teupat.

Girl in a jacket