Sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah tersebut, Fadhil Ilyas turut menyerahkan bantuan kepada pengelola makam Habib Bugak. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung perawatan kawasan makam sekaligus menjaga situs bersejarah yang menjadi simbol kedermawanan dan semangat wakaf masyarakat Aceh.
Bagi masyarakat Aceh, rangkaian ziarah ini menjadi simbol bahwa perjalanan haji tidak hanya berakhir dengan kepulangan dari Tanah Suci, tetapi juga disempurnakan dengan mengenang sosok pewakaf yang telah menghadirkan manfaat bagi ribuan jamaah Aceh selama lebih dari dua abad.
“Semangat inilah yang terus hidup dan menjadi bagian dari identitas Aceh sebagai Serambi Mekkah, sekaligus menginspirasi lahirnya budaya berbagi dan pengelolaan wakaf yang produktif bagi kemaslahatan umat,” tutup Fadhil. []







