Dalam rapat yang dipimpin Robby, terjawab bahwa peningkatan kebutuhan semen tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pembangunan di Aceh, terutama untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi serta proyek-proyek pembangunan lainnya.
“Kondisi tersebut turut memengaruhi kenaikan harga semen di sejumlah wilayah Aceh, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di pasaran,” kata Nurlis
Sebagai jalan keluarnya, SBA segera menambah jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 Jam menjadi 24 Jam per Hari dan menambah jumlah pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman.
Adi Santosa menyampaikan dalam rapat, kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada 2 Agustus 2026 dengan membawa semen curah.
Ia menambahkan, pengiriman pasokan melalui kapal berikutnya akan terus dilakukan secara bertahap selama bulan Agustus 2026 untuk memastikan ketersediaan semen di Aceh tetap terjaga.
Sedangkan Pemerintah Aceh, sebagaimana disampaikan Robby dalam rapat tersebut, menyiapkan data terkait harga dan kebutuhan semen di Aceh per Kabupaten Kota di Aceh. Pemerintah Aceh mengimbau distributor menjaga ketersedian dan pengendalian harga semen agar tidak terjadi lonjakan harga ditingkat pengecer.
Nurlis menambahkan, Pemerintah Aceh akan terus melakukan evaluasi bersama PT Solusi Bangun Andalas dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan semen tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali.







