“Sehingga kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh tidak mengalami hambatan,” kata Nurlis.
Data:
- Kapasitas Produksi Semen Curah di Aceh dari PT. SBA 5.400 Ton/Hari
- Total Produksi sampai saat ini yang mampu dipenuhi oleh PT. SBA 3.700/Hari atau 92.500 sak/hari dengan rincian terminal produksi:
- Terminal PT. SBA Lhoknga (Andalas) 1.400 Ton/Hari (35.000 sak dengan waktu operasional 24 Jam)
- Terminal Malahayati (Padang) 400 Ton/Hari (10.000 sak dengan waktu operasional 24 Jam)
- Terminal Kr. Geukuh I (Padang) 900 Ton/Hari (22.500 sak dengan waktu operasional 16 Jam)
- Terminal Kr. Geukuh II (Andalas) 500 Ton/Hari (12.500 sak dengan waktu operasional 16 Jam)
- Terminal Belawan 500 Ton/Hari (12.500 sak dengan waktu operasional 24 Jam)
- Sesuai Proyeksi PT. SBA total kebutuhan Semen di Aceh Saat ini sebesar 4.200 Ton/hari atau 105.000 sak/hari, maka terjadi defisit sekitar 500 Ton/hari atau 12.500 Sak/hari
- PT. SBA segera menambah jam operasional Terminal Pengisian Kr. Geukuh II dari 16 Jam menjadi 24 Jam/Hari dan Menambah jumlah pasokan Semen Curah dari luar Aceh melalui 3 Kapal pengiriman, dimana kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Kr. Geukuh pada 2 Agustus 2026, selanjutnya PT. SBA akan menambah pasokan semen dalam bentuk sak dari luar Aceh untuk menutupi kekurangan kebutuhan semen di Aceh. []







