“Di sisi lain, mari kita arahkan pandangan kita pada potensi besar yang dianugerahkan kepada kota ini. Banda aceh memiliki modalitas yang sangat kuat sebagai kota wisata. Potensi ini menuntut kreativitas dan komitmen kita untuk terus dikembangkan secara integrative,โ tambahnya.
Lebih lanjut Irwansyah menambahkan melalui dokumen KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 ini, mari kita dorong bersama implementasi konsep waterfront city. Kita perlu melakukan penataan kawasan strategis di sepanjang aliran sungai dan pesisir pantai secara selektif dan terukur. Kita dapat memulainya dari episentrum yang memiliki nilai jual tinggi, seperti Kawasan Krueng aceh di sekitar masjid keuchik leumik, revitalisasi kawasan peunayong, serta titik- titik potensial lainnya.
Selain itu, keberlanjutan pembangunan infrastruktur pedestrian yang telah berjalan dengan sangat baik sejak masa kepemimpinan saudari walikota Illiza Saโaduddin Djamal patut kita berikan apresiasi yang tinggi. Praktik baik (best practice) ini harus kita pertahankan, kita tingkatkan kualitasnya, dan kita perluas jangkauannya ke kawasan โ kawasan strategis yang lain. Drainase, hingga berbagai program penataan dan revitalisasi kota.
Namun, kita menyadari masih banyak pekerjaan yang harus kita tuntaskan. Insyaallah, melalui kolaborasi yang terus kita bangun, Tahun 2027 mendatang kita akan memperluas program perbaikan, memperbanyak revitalisasi drainase, serta menghadirkan ruang-ruang kota yang semakin baik dan nyaman bagi seluruh masyarakat banda aceh.







