“Bagi saya, demi MoU Helsinki maka damai harga mati. Mari sejahterakan warga Aceh dalam NKRI,” ujarnya.
Persoalan Aceh Kini Adalah Kesejahteraan
Menurut Taqwaddin, persoalan utama Aceh saat ini bukan lagi isu separatisme, melainkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai perdamaian harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan rakyat. Jangan sampai perdamaian hanya dirasakan oleh segelintir elite yang memiliki kekuasaan, sementara sebagian besar masyarakat masih bergelut dengan kemiskinan.
“Persoalan utama Aceh saat ini sebetulnya bukan lagi isu separatisme. Tetapi masalah kesejahteraan yang masih belum tumbuh mekar di Aceh,” katanya.
Ia menyebut, kesejahteraan yang dirasakan saat ini masih lebih banyak dinikmati oleh segelintir elite, sementara masyarakat luas masih menghadapi persoalan ekonomi dan kemiskinan.
Karena itu, menurutnya, salah satu kunci mempertahankan perdamaian Aceh adalah meningkatkan kesejahteraan dan mengeliminasi kemiskinan.
“Solusi untuk Damai Aceh adalah meningkatkan kesejahteraan dengan mengeliminasi kemiskinan,” tegasnya.
Aceh Kaya SDA, Rakyat Jangan Tetap Miskin
Taqwaddin juga menyoroti posisi Aceh dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Ia menyebut Aceh memiliki kekhususan dan keistimewaan yang diatur dalam konstitusi, namun kondisi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Paradoksnya, kata dia, Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi masyarakatnya masih menghadapi persoalan kemiskinan yang serius.







