Di sisi lain, Mashuri mengapresiasi respons cepat Dandim Bener Meriah yang langsung memanggil dan mempertemukan wartawan dengan anggota TNI yang terlibat dalam persoalan tersebut.
“Kami mengapresiasi Dandim yang sigap memanggil wartawan dan meluruskan persoalan yang terjadi. Langkah seperti ini penting untuk menjaga hubungan baik antara TNI dan insan pers,” katanya.
Mashuri berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama sehingga kerja jurnalistik di lapangan dapat berjalan dengan baik, sementara aparat tetap dapat menjalankan tugas pengamanan dan membantu masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan insan pers dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.[]







