“Hari ini, perjuangan perempuan tidak hanya berada di medan perjuangan fisik, tetapi juga berada di ruang pendidikan, kewirausahaan, teknologi, ekonomi kreatif, seni dan budaya, serta berbagai bidang pembangunan lainnya,” katanya.
Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas
Dek Fadh secara khusus menyambut baik perhatian FKPA terhadap pengembangan UMKM perempuan di Aceh. Ia menyebut banyak usaha di Aceh yang tumbuh dan berkembang dari tangan perempuan, mulai dari usaha rumah tangga, kerajinan, kuliner, fesyen, hingga berbagai produk ekonomi kreatif.
Namun, menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya mendorong lahirnya usaha baru, tetapi juga memastikan usaha perempuan mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih luas.
“Tantangannya sekarang adalah bagaimana usaha tersebut dapat naik kelas, memiliki kualitas dan kemasan yang lebih baik, masuk ke pasar digital, memperoleh akses pembiayaan, dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Wagub.
Dalam kesempatan tersebut, Dek Fadh juga mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara FKPA dengan Bank Indonesia dan Bank Syariah Nasional.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti sebatas seremoni dan penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam program konkret yang memberikan manfaat bagi perempuan pelaku usaha di Aceh.
“Kami berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar melahirkan program yang memperkuat kapasitas, pembiayaan, literasi keuangan, digitalisasi, dan pemasaran bagi perempuan pelaku usaha di Aceh,” ungkapnya.







