Pada kesempatan tersebut, Prof. Iskandar juga mendorong penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, desa, dan dunia industri melalui program KKN tematik maupun desa binaan. Menurutnya, keterlibatan dosen dan mahasiswa di lapangan dapat menghadirkan solusi teknis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Bersama kita jadikan FT USK pusat keunggulan teknologi yang mandiri dan berdampak,” tegas Prof. Iskandar.
Bekali Mahasiswa dengan Ilmu Lintas Disiplin
Wakil Dekan Bidang Akademik FT USK, Prof. Dr. Ir. Roslidar, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng., yang turut memberikan pembekalan kepada peserta PBMT, menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan tidak boleh hanya berisi teori, tetapi harus memberikan kesiapan praktis bagi mahasiswa sebelum terjun ke lapangan.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memahami etika, tata cara berinteraksi dengan masyarakat, serta berbagai studi kasus yang mungkin ditemui selama berada di desa. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk menerapkan ilmu secara lintas disiplin dari berbagai program studi di lingkungan FT USK.
“Pembekalan ini penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Ilmu dari berbagai disiplin dan program studi dapat diterapkan secara bersama-sama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Prof. Roslidar.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung penyediaan layanan dasar dan pendidikan, memperkuat kemitraan dengan masyarakat, serta mendorong penerapan praktik-praktik yang berkelanjutan.







