Setelah tahapan tersebut, SC akan memfinalkan hasil pemeriksaan dan meneruskan berkas ke PWI Pusat untuk mendapatkan keputusan mengenai penetapan bakal calon menjadi calon resmi.
Dengan demikian, proses verifikasi berlangsung secara berlapis, mulai dari tingkat PWI Aceh hingga PWI Pusat, guna memastikan seluruh persyaratan sesuai dengan ketentuan organisasi.
Ketua SC juga mengajak seluruh pihak menjaga kebersamaan selama proses pemilihan berlangsung. Menurutnya, perbedaan dukungan dalam kontestasi organisasi tidak boleh menjadi alasan untuk memecah hubungan antarsesama anggota.
Ia berharap seluruh anggota PWI Aceh tetap bersatu, baik setelah proses pemilihan maupun ketika menghadapi perbedaan pilihan.
“Siapa pun yang menang dan kalah dalam kontestasi ini, politik di PWI Aceh ini adalah silaturahmi. Jadi, walaupun menang dan kalah, nantinya bagi para calon yang belum mendapatkan dukungan 50 plus satu dari para calon lainnya, mohon kita berbaur membangun rumah kita PWI ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh tahapan pemilihan diharapkan berjalan sesuai aturan demi mewujudkan PWI Aceh yang lebih baik. Puncak kontestasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2026.
Diawali Doa Bersama dan Konferensi Pers
Sebelum menyerahkan berkas ke Sekretariat PWI Aceh, tim pemenangan Nasir Nurdin menggelar konferensi pers, doa bersama, dan makan siang di REX Premium Kopi, Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kegiatan yang dihadiri puluhan wartawan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dengan sajian kuliner khas Aceh, kuah beulangong.






