Pengembalian berkas ini merupakan tahapan lanjutan setelah Saman mengambil formulir pendaftaran pada hari pertama penjaringan bakal calon, Senin (5/10/2026).
Usung Gagasan Melanjutkan yang Baik, Memperbaiki yang Kurang
Dalam pencalonannya, Muhammad Saman mengusung gagasan “Melanjutkan yang Baik, Memperbaiki yang Kurang” sebagai arah kepemimpinan PWI Aceh untuk periode 2026–2031.
Gagasan tersebut menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program organisasi yang telah berjalan baik, sekaligus membuka ruang evaluasi dan pembenahan terhadap berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan.
Melalui visi dan misi yang ditawarkan, Saman ingin mewujudkan PWI Aceh yang bersih, amanah, transparan, profesional, dan independen. Organisasi profesi wartawan, menurut arah program yang disusunnya, tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya jurnalis, tetapi juga harus mampu memperjuangkan kesejahteraan anggota, meningkatkan kompetensi, serta menjaga martabat profesi wartawan.
Visi yang diusungnya berbunyi:
“Mewujudkan PWI Aceh yang bersih, amanah, dan transparan sebagai organisasi profesi wartawan yang bermartabat, profesional, independen, serta mampu memperjuangkan kesejahteraan dan meningkatkan kompetensi wartawan di Aceh.”
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam delapan agenda utama pembenahan organisasi.
Pertama, membangun organisasi yang bersih dengan menegakkan integritas, etika, kedisiplinan, dan profesionalisme serta mencegah penyalahgunaan wewenang.
Kedua, memperkuat kepemimpinan yang amanah dengan mengutamakan kepentingan anggota, perlindungan profesi, dan peningkatan kesejahteraan wartawan.






